BAB I
PENDAHULUAN
Kehidupan kekristenan jaman sekarang menimbulkan banyak sekali polemik di dalam jemaat ataupun di dalam gereja itu sendiri. Perbedaan pendapat dan perbedaan pandangan teologi adalah faktor utama terjadinya polemik dan diferensiasi di dalam kekristenan. Tidak bisa dipungkiri dari perbedaan pendapat inilah sering terjadi kekacauan di dalam jemaat. Hal ini dikarenakan gereja tidak lagi menjalankan fungsi yang sebenarnya, dan seakan-akan Alkitab hanya dijadikan sebagai bahan referensi saja dan bukan sebagai dasar hidup kekristenan. Berbagai bentuk pertanyaan yang muncul sehubungan dengan iman kristen, dan banyak pula pendapat dari para teolog yang tentunya berbeda-beda. Sebenarnya jika kita mengembalikan semuanya itu kepada Alkitab dan menjadikan Alkitab sebagai otoritas tertinggi dalam kehidupan kekristenan, maka hal-hal seperti yang disebutkan diatas jarang terjadi dan bahkan tidak akan terjadi. Satu pertanyaan mengenai iman kristen, Apakah Orang Percaya Bisa Kerasukan Setan? Tentu mendapat reaksi yang berbeda dari setiap orang dan dari kalangan teolog sendiri.
Dalam usaha menjawab pertanyaan tersebut penulis menggunakan buku-buku referensi yang tentunya mendukung pembahasan ini dan menjadikan Alkitab sebagai bahan referensi utama. Akhirnya, usul serta saran pembaca sangat penulis harapkan untuk dapat menjadi acuan dalam penulisan paper-paper selanjutnya.
Tuhan Yesus Memberkati.
BAB II
APAKAH ORANG PERCAYA BISA KERASUKAN SETAN
Banyak orang Kristen jaman sekarang yang tidak mengerti makna kekristenan yang sesungguhnya sehingga mereka menganggap kekristenan hanya merupakan suatu formalitas saja, dan lebih mengherankan lagi ada beberapa orang yang mengatakan, yang penting ada agama. Ciri-ciri orang yang seperti inilah yang mudah sekali dirasuki setan.
〆Hubungan Antara Orang Percaya dan Orang Kristen
Orang percaya sebenarnya memiliki kesamaan dengan orang Kristen. Orang kristen dalam arti harfiahnya adalah pengikut Kristus. Jika Kristen adalah pengikut Kristus, tentu sebagai pengikut Kristus mereka juga percaya dan melakukan Firman-Nya karena kalau mereka tidak percaya untuk apa mereka menjadi pengikut Kristus. Yang menjadi masalah adalah ada banyak orang Kristen yang tidak mengerti benar tentang makna kekristenan yang sesungguhnya, sehingga ada beberapa orang yang memisahkan antara orang Kristen dan orang Percaya.
Arti kata percaya dalam kamus besar bahasa Indonesia seperti berikut:
Percaya: 1 mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata; 2 menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada; 3 menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dsb); 4 yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dsb).
Dari penjelasan arti tersebut di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, orang percaya adalah orang yang benar-benar mengakui dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi. Dan jika diselaraskan dengan kekristenan jaman sekarang, orang percaya adalah orang Kristen sejati.
〆Ciri-ciri Orang Percaya
Orang Percaya (Kristen sejati) adalah orang yang telah mengalami pembaharuan oleh Roh Kudus: bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi dan menghidupi Firman-Nya. Orang Percaya adalah orang yang telah dilahirkan kembali (Yohanes 3:3-8), (Titus 3:5) Roh Kudus memberi hidup (Yohanes 6:63). Roh Kudus tinggal di dalam diri orang percaya (Yohanes 14:17), (Roma 8:9), (1 Korintus 3:16; 6:19). Orang percaya adalah orang yang telah dibaptis oleh Roh Kudus (Lukas 3:16, Yohanes 1:33, KPR 1:5; 11:16, 1 Korintus 12:13, dll), dan yang telah dimeteraikan Roh Kudus (Efesus 1:13, 14; 4:30, 2 Korintus 1:22). Henry C. Thiessen dalam bukunya Teologi Sistematika menjelaskan bahwa:
Roh Kudus adalah Roh yang mengangkat kita sebagai anak dan yang “bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Roma 8:16 bandingkan dengan Galatia 4:6). Keempat karya Roh Kudus ini terjadi serempak dan ketika seseorang memiliki iman yang menyelamatkan.
Dari penjelasan diatas dapat diartikan Karya Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya menjadikan mereka anak-anak Allah dan memiliki iman yang menyelamatkan. Selain itu, Dr. G.C. van Niftrik dan Dr. B.J. Boland dalam bukunya Dogmatika Masakini memberi penjelasan:
Sebab Roh Kudus adalah Allah sendiri, yang dari luar (“dari atas”) datang kepada kita dan berkenan menciptakan bagi-Nya suatu tempat di dalam hati kita
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri orang percaya adalah orang yang didiami oleh Roh Kudus.
〆Peranan Roh Kudus Dalam Kehidupan Orang Percaya
Roh Kudus mempunyai peranan penting dalam perjalanan kehidupan orang percaya, karena Roh Kudus memenuhi hidup orang percaya (KPR 2:4; 6:3; 9:17; 11:24, Efesus 5:18, dll). R.C. Sproul dalam bukunya Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen menjelaskan bahwa:
Setiap orang Kristen dipenuhi oleh Roh Kudus. Pemenuhan Roh berada dalam derajatnya bagi setiap orang Kristen, ini bergantung dari sejauh mana orang Kristen itu membiarkan dirinya dikuasai oleh Roh Kudus. Tetapi Roh Kudus tinggal di dalam diri setiap orang Kristen.
Jelaslah bahwa setiap orang Kristen dipenuhi oleh Roh Kudus, karena Roh Kudus itu tinggal di dalam diri orang Kristen.
Selain memenuhi, Roh Kudus Juga berperan sebagai pembimbing/pemimpin (Galatia 5:16, 25, Roma 8:14), mendisiplinkan (KPR 5:9), memberi pengarahan (KPR 8:29), memberi tugas (KPR 13:2), mengambil keputusan (KPR 15:28), serta melarang (KPR 16:6, 7). Kemudian Ia memberi kuasa kepada orang-orang percaya (Roma 8:13; Galatia 5:17), penghibur dan pengajar (Yohanes 14:26; 16:13).
Di dalam kehidupan orang percaya (Kristen sejati) Roh Kudus berperan sebagai penolong, pemimpin, pemberi kuasa, pengajar, penghibur dan Ia juga memenuhi setiap hati orang percaya karena Ia tinggal di dalamnya. Dan senantiasa menjaga dan melindungi orang percaya.
〆Pendapat Penulis
Dari semua penjelasan di atas, penulis mengambil kesimpulan dan berpendapat bahwa orang percaya tidak bisa dirasuki setan. Karena di dalam diri orang percaya tinggal Roh Kudus yang senantiasa melindungi, memberi kuasa untuk menghadapi serangan iblis, dan juga memberikan pengarahan/pengajaran agar tidak mudah tergoda oleh keinginan daging. Lagi pula Firman Tuhan yang terdapat di dalam Injil Markus 16:17,18 berkata: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Jadi bagaimana mungkin orang percaya (Kristen sejati) bisa kerasukan setan, sedangkan mereka sendiri yang mengusir setan-setan itu. Roh Kudus yang ada di dalam diri orang percaya bekerja melebihi apa yang kita pikirkan. Dialah yang memberi kita kekuatan dan penghiburan, karena Dia adalah Allah itu sendiri.
BAB III
KESIMPULAN
Iman Kristen yang sesungguhnya adalah iman yang didasarkan dengan kebenaran Firman Tuhan. Alkitab begitu jelas memberikan suatu penjelasan tentang bagaimana dan seperti apa orang percaya itu. Tetapi tidak bisa dipungkiri masih ada orang-orang yang seolah-olah mereka mempersalahkan Alkitab dan menganggap pendapat merekalah yang paling benar. Dari orang-orang yang seperti inilah yang kemudian menimbulkan suatu perpecahan dan perbedaan pandangan teologi di dalam jemaat Tuhan.
Pengetahuan yang baik adalah pengetahuan yang dilandaskan atas dasar kebenaran Firman Tuhan dan iman Kepada Firman yang menghidupkan. Akhirnya, biarlah segala puji, hormat dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, karena pertolongan-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan paper ini. Dan biarlah paper ini berguna bagi setiapa pembaca yang membacanya. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar